Pesan Cinta Blogger Indonesia Buat Roy Suryo

Valentine Untuk Roy Suryo

Internet, 14 Februari 2005

Sehubungan dengan berbagai komentar KRMT Roy Suryo Notodiprojo akhir-akhir ini di berbagai media, kami, komunitas blog Indonesia berkesimpulan bahwa beliau kekurangan informasi atau bahkan menerima informasi yang tidak benar tentang blog. Kami sendiri memandang bahwa blog adalah hasil dari evolusi bertahun-tahun di Internet, yang semakin menunjukkan bahwa Internet adalah wadah nyata untuk saling menghubungkan orang-orang di dunia nyata.

Kami juga yakin bahwa KRMT Roy Suryo sebagai seorang manusia tentulah sangat membutuhkan kasih sayang dari orang lain. Oleh karena itu, kami, komunitas blog Indonesia pada bulan penuh cinta ini sepakat untuk mendedikasikan hari Valentine tahun 2005 khusus untuk KRMT Roy Suryo Notodiprojo.

Salam hangat selalu serta penuh perhatian dan kasih sayang dari kami untuk KRMT Roy Suryo Notodiprojo di Hari Kasih Sayang ini.

Tertanda

Komunitas Blog Indonesia

ps. Bagi rekan-rekan sesama blogger yang ingin ikut berpartisipasi, silakan lihat undangan acara ini.

- dimuat 15 February 2005, 05:06 di situs-internet situs-ini



Komentar

  1. Arif, 22 February 2005, 00:02:
    Ini saya ambil dari arsip email saya satu hari setelah
    Tempo memuat surat pembaca roy suryo. Sayang,
    tanggapan ini tidak dimuat. Daripada sia-sia, lebih
    baik saya posting di sini. Makasih ya Rid.

    *** Start ***
    Subject: Keberatan Roy Suryo

    Roy Suryo di Majalah Tempo 6 Februari 2005 menulis keberatannya tentang oknum yang memanfaatkan internet dan website untuk melakukan character-ssasination pada dirinya. Saya tidak ingin mengomentari polemik itu, karena Roy sendiri tidak menyebut alamat website tersebut, tetapi saya ingin mengomentari pakar telematika ini tentang komentarnya akan Blog, homepage pribadi, dan Friendster yang konon menurutnya hanya tren sesaat dan sudah dianggap norak oleh masyarakat lainnya.

    Untuk menyebutkan apakah perkembangan media massa baru di internet (mulai dari website pribadi dan Blog) tersebut norak, saya hanya ingin mengingatkan Roy bahwa suatu saat (mulai 1999) berbagai media internasional pernah mengulas bahwa inilah era We Media, era kebangkitan media massa yang baru setelah datangnya internet yang disebut sebagai New Media. Ketika media massa luruh ke tangan individu, dan masing-masing individu menjadi medianya sendiri, inilah kebebasan informasi yang sesungguhnya.

    Dan ini bukan tren sesaat. Guardian, harian berhaluan kiri di Inggris sudah meluncurkan Blog beritanya sejak 2001. Berbagai media lain pun mengikuti, majalah Wired, San Jose Mercury News, dan banyak media media lain. Sebuah Blog tentang Irak, Baghdad Burning, bahkan sudah diterbitkan menjadi buku. Berbagai tokoh dunia pun sudah mempunyai Blognya sendiri-sendiri. Beberapa yang saya tahu adalah: Noam Chomsky (meski sudah lama tidak diupdate); Lawrence Lessig-- profesor hukum di Stanford yang juga kolumnis tetap majalah Wired--setia memperjuangkan hukum cyber di Blognya, bahkan dia juga mengundang berbagai tokoh seperti Gubernur Howard Dean untuk menulis di Blognya; begitu juga Chris Aderson--pemimpin redaksi majalah teknologi Wired mempunyai weblognya sendiri. Jadi kalau bung Roy tidak punya website sendiri, atau bahkan tidak punya Blog sendiri, apakah yang lain norak? Saya rasa tidak.

    Arif Widianto
    Web Developer, tinggal Jakarta
    http://arifwidi.com
    *** End ***
  2. Jauhari, 25 February 2005, 05:12:
    Si Roy lagi
    tau ah GELAP :)

    Hi Roy
  3. nando, 27 May 2009, 23:14:

    well, gue akuin lah si roy ini pinter. Tapi gak perlu sebgitu arogannya kali. Gue juga bisa aja bilang tren ‘ketenaran pakar telematika se-ekor roy suryo hanya sesaat dan norak’,,bagaimana ya kalau dia baca hal ini ? tersinggung gak ya ? kalo tersinggung harusnya dia juga lebih harus bisa menghargai para blogger dengan sejuta alasan mereka nge-blog demi mewarnai era we media ini..

Tulis pesan Anda

* tidak akan tampil di website