Melewati Tahun Baru
Saya dan istri memiliki cara yang sama dalam menikmati malam tahun baru. Kami senang memilih tempat yang tenang, menghindari kebisingan, lalu mengisinya dengan bertukar kata. Kami menciptakan kebisingan kami sendiri. Kebisingan yang tak membuat bising. Seperti gulungan ombak laut yang berbuih, dan air yang terpercik.
Lalu, kami nyalakan ‘kembang api’. Kembang api yang dapat menerangi jalan-jalan kami, sehingga kami dapat melihat jejak langkah kami, sekaligus kerikil dan tanjakan yang tengah menghadang di depan. Kembang api yang menghangatkan malam yang dingin.
Dan…
Bagi semua sahabat, meski agak telat, kami mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU 1430 H dan 2009 M”. Semoga kehidupan kita bisa lebih lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang.
